Pages

Showing posts with label artemia. Show all posts
Showing posts with label artemia. Show all posts

Tuesday, 11 August 2009

Cara Menetaskan Artemia















Artemia rupakan salah satu dari makanan halus yang di guna dalam pembenihan ikan laut, krustacea, ikan air tawar dan ikan hiasan. Ini karena Artemia memiliki nilai nutrien yang tinggi, serta ukuran yang sesuai dengan bukaan mul
ut hampir seluruh jenis larva ikan. Artemia dapat diterima oleh berbagai pembenihan ikan dan udang, baik air laut, air payau atau pun air tawar.Artemia yang biasa di dapati dalam pasaran adalah dalam bentuk cysts (telor) yang berada dalam keadaan domain tapi hidup menunggu keadaan parameter yang sesuai untuk menetas.Purata 1 gram mengandungi 250,000 cyst.

Klasifikasi

Pitoyo (2004) menjelaskan bahwa Artemia terdiri dari beberapa strain, antara lain:

  • Artemia monica : California – USA
  • Artemia salina : Lymington
  • Artemia urmiana : Iran
  • Artemia tunisiana : Eropah
  • Artemia franciscana : Amerika
  • Artemia persimialis : Argentina

Sedangkan klasifikasi Artemia sp. menurut Bougis (1979) dalam Kurniastuty dan Isnansetyo (1995) adalah sebagai berikut:

  • Phylum: Anthropoda
  • Kelas: Crustacea
  • Subkelas: Branchiopoda
  • Ordo: Anostraca
  • Familia: Artemidae
  • Genus: Artemia
  • Spesies: Artemia salina

Morfologi

Cyst Artemia sp. yang ditetaskan pada salinity 15-35 ppt akan menetas dalam waktu 24-36 jam. Larva artemia yang baru menetas dikenal dengan nauplius. Nauplius dalam pertumbuhannya mengalami 15 kali perubahan bentuk, masing-masing perubahan merupakan satu tingkatan yang disebut instar (Pitoyo, 2004)

Pertama kali menetas larva artemia disebut Instar I.

Nauplius stadia I (Instar I) ukuran 400 mikron, lebar 170 mikron dan berat 15 mikrongram, berwarna orange kecoklatan. Setelah 24 jam menetas, naupli akan berubah menjadi Instar II, Gnatobasen sudah berbulu, bermulut, terdapat saluran pencernakan dan dubur. Perumbuhann selanjutnya, pada kanan dan kiri mata nauplius terbentuk sepasang mata majemuk. Bahagian samping badannya mulai tumbuh tunas-tunas kaki, setelah instar XV kakinya sudah lengkap sebanyak 11 pasang. Nauplius menjadi artemia dewasa (Proses instar I-XV) antara 1-3 minggu (Mukti, 2004). Pada tiap tahap perubahan instar nauplius mengalami moulting. Artemia dewasa memiliki panjang 8-10 mm ditandai dengan jelas tangkai mata pada kedua sisi bagian kepala, antena berfungsi untuk sensor. Pada jenis jantan antena berubah menjadi alat penyepit (muscular grasper), sepasang penis terdapat pada bagian belakang tubuh. Pada jenis betina antena mengalami penyusutan.

Ekologi

Artemia sp. secara umum nya tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25-30 º C . Cysts artemia kering boleh bertahan pada suhu -273 hingga 100 º C. Artemia dapat ditemui di danau dengan kadar garam yang tinggi, dienali dengan nama brain shrimp. Kultur biomas artemia yang baik pada kadar garam 30-50 ppt. Untuk artemia yang mampu menghasilkan cyst memerlukan kadar garam diatas 100 ppt (Kurniastuty dan Isnansetyo, 1995).

Reproduksi

Chumaidi et al., (1990) menyatakan bahwa perkembang biakan artemia ada dua cara, yakni partenhogenesis dan biseksual. Pada artemia yang termasuk jenis parthenogenesis populasinya terdiri dari betina semua yang dapat membentuk telur dan embrio berkembang dari telur yang tidak ditetas. Sedangkan pada artemia jenis biseksual, populasinya terdiri dari jantan dan betina yang berkembang melalui perkawinan dan embrio berkembang dari telur yang ditetas.

Penetasan cysts Artemia

Cyst atau telor artemia adalah sangat keras bagi membolehkan nya bertahan kepada semua keadaan cuaca dan tidak dapat di hadam oleh kebanyakan hidupan.Cenkerang Cyst yang telah menetas juga adalah bahaya kepada rega rega ikan kerana boleh membuat rega rega ini tercekik atau melukakan perut rega rega ini.

Sutaman (1993) mengatakan bahwa penetasan cysts artemia dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu penetasan langsung dan penetasan dengan cara dekapsulasi. Cara dekapsulasi dilakukan dengan mengupas bahaian luar cysts menggunakan larutan hipoklorit tanpa mempengaruhi kehidupan embrio ini.

Cara dekapsulasi merupakan cara yang jarang digunakan untuk penetasan artemia , namun untuk meningkatkan kadar penetasan dan menghilangkan penyakit yang dibawa oleh cyts artemia cara dekapsulasi lebih baik digunakan (Pramudjo dan Sofiati, 2004).

Cara penetasan

Peralatan yang di perlukan.

1.Bekas penetasan,boleh di buat sendiri dengan menguna bekas air mineral atau botol lutsinar yang sesuai

2.Bekas decapsulation ( jar 2 liter)

3.Aerator ,

4.Hose angin.

5.Penapis yang sesuai ( 120 -150 micron).

6.Bahan Bahan

a.Clorox

b.Cuka

c.Garam

d.Calcium Carbonate

7.lampu ( 2000 lux)

8.Penyukat garam

9.penyukat pH

Penyediaan Bekas penetasan.

Step 1

1.Sediakan bekas penetasan,sila ikuti kadar kemasinan yang di syorkan pada bekas artemia ini, contoh 30 ppt bermakna 30 gram garam bagi setiap 1 liter air.Kepadatan skala kecil ,kurang dari bekas 20liter ,5 gram artemia bagi setiap liter air.skala besar 2 gram artemia bagi 1 liter air.

2. Pasang aeration,sehingga semua garam larut,jangan guna airstone,hanya hose sahaja.

3.Masukan calcium carbonate sedikit sedikit sehingga pH mencapai 8 -8.5.

4.Pasang Lampu.











1.Aerator

2.Bekas Penetasan

3.Lampu.

4.Injap Buang

Step 2.

Decapsulation

1.Tandakan paras 3 oz dan 5 oz di jar.

2.Masukan air sehingga paras 3 oz ( air paip di galakan)

3.Pasang aerator –tidak terlampau kuat dan jangan gunakan air stone ,hanya hose sahaja agar air ber ombak, tapi tidak berbuih.

4.Masukan kan artemia cyst – satu sudu

5.Biarkan selama 1 jam.

Step 3

1.Masukan clorox sehingga sukatan mencapai paras 5 oz.

* ratio air/clorox, 1 bahagian air, 2/3 bahagian clorox

2.Pasang aeration selama 5 min ( maksima jangan lebih dari 15 min).

3.Keluarkan cyst ini kedalam penapis ( 120 micron) dan bilas dengan air ( air paip di galakan)

4.Rendam semula cyst ini dengan campuran cuka ( 1 cawan) selama 1 min untuk menghilang kan clorox.

5. Bilas sekali lagi sehingga bersih.

Step 4.

1.Masukan artemia ini kedalam bekas penetasan,Pereksa suhu antara 28 – 30 º C ,biarkan sehingga 18 hingga 24 jam,kawalan suhu boleh di buat dengan membuka dan menutup suis lampu, suhu maksima 33 º C.

Step 5.

Penuaian.

1.Matikan lampu,dan tutup bekas penetasan di sebelah atas agar cahaya tidak dapat memasuki bekas ini.

2.Suloh sama ada dengan lampu suloh atau lampu yang sesuai di bawah bekas ini sehingga semua artemia yang menetas berkumpul di bawa bekas ini.Siphon atau buka injap yang disediakan untuk keluarkan artemia naupli ini.Pemerhatian harus di buat hanya naupli saha yang di keluarkan bukan cenkerang cyst atau lain lain kotoran.

Pemerhatian perlu dilakukan dengan cara mematikan aerator untuk memisahkan cysts yang tidak menetas dengan naupli artemia.

Pramudjo dan Sofiati (2004) cyst hasil dekapsulasi dapat segera digunakan (ditetaskan) atau disimpan dalam suhu 0 derajat celcius – (- 4 derajat celcius) .

Dalam kaitannya dengan proses penetasan Chumaidi et al (1990) mengatakan cyst setelah dimasukan ke dalam air laut (5-70 ppt) akan mengalami hidrasi berbentuk bulat dan di dalamnya terjadi metabolisme embrio yang aktif, sekitar 24 jam kemudian cenkerang cyst pecah dan muncul embrio yang masih dibungkus dengan selaput. Pada saat ini embrio ini perlu di beri makan segera kepada benih benih rega supaya nilai nutrisi yang ada tidak hilang. Selepas 24 jam menetas berat dan kadar kalorie nauplii ini boleh berkurangan sehingga 25 % dari berat asal.

Pengayaan Artemia

Kebanyakan strain artemia mengandungi ratio tenaga/protin yang rendah,Pengayaan (enrichment) artemia dengan menggunakan beberapa jenis pengaya misalnya scout emultion, selco atau vitamin C dan B kompleks powder dilakukan selama 2 jam (Suriawan,2004).

Subyakto dan Cahyaningsih (2003) menyakan bahwa pengayaan boleh di buat menggunakan minyak ikan, minyak cumi-cumi, vitamin atau pun produk komersial lainnya dalam waktu 2-4 jam untuk mendapatkan hasil yang baik. Artemia yang akan dilakukan pengayaan adalah yang baru menetas (nauplius) (Mukti, 2004).

BBAP Situbondo (2004) mencatat bahwa pemberian tambahan vitamin C dengan cara pengayaan dengan dos 0,1 – 0,5 ppm pada media pengayaan artemia dapat meningkatkan kadar hidup dan pertumbuhan larva kerapu. Syaprizal (2006) juga memperoleh hasil dengan pengayaan vitamin C sebanyak 2 mg/l ke artemia dapat meningkatkan kadar hidup benih udang harimau.

Saturday, 4 July 2009

Artemia

PENGKELASAN ARTEMIA Gambarajah di atas menunjukkan contoh sebenar artemia

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Subphylum : Crustacea
Class : Branchiopoda
Order : Anostraca
Family : Artemiidae
Genus : Artemia

Artemia juga merupakan sejenis zooplankton yang banyak digunakan sebagai bahan makanan bagi ikan air tawar. Artemia adalah daripada telur udang air masin. Ia merupakan satu alternatif bagi menggantikan moina dan mudah serta cepat dihasilkan.

Peringkat penetasan artemia

-----------> A <------------->B <----------

Stuktur rupabentuk peringkat anak dan peringkat dewasa artemia . Gambarajah A : Artemia berusia 8 jam selepas penetasan manakala B : Rupa artemia dewasa

Morfologi / anatomi artemia


Bagaimana caranya untuk menghasilkan artemia?

Sediakan air garam 10p.p.t iaitu 10 gram garam biasa ke dalam 1 liter air atau 1 KG air. Artemia sesuai dan akan cepat menetas apabila berada dalam darjah kemasinan air laut. Kemasinan yang ideal amat diperlukan dan ia merupakan faktor kejayaan dalam menetaskan artemia. Hydrometer atau alat pengukur darjah kemasinan diperlukan dalam memastikan bahawa air masin yang disediakan berada pada darjah kemasinan yang ideal.

Hydrometer / pengukur darjah kemasinan


Bagaimana caranya menggunakan hydrometer/pengukur darjah kemasinan ?

Terdapat dua tanda hijau pada hydrometer. Tanda di bawah merujuk kepada suhu. Tanda kedua adalah tanda hijau di atas sekali hydrometer tersebut. Tanda ini merupakan tanda di mana ia adalah darjah kemasinan yang ideal iaitu sama seperti kemasinan air laut. Untuk menggunakan hydrometer ini, setelah air masin disediakan, masukkan hydrometer tersebut dan lihat hasilnya. Jika ia tenggelam maka kemasinan adalah kurang atau tidak mencukupi. Jika ia terlalu terapung maka kemasinan adalah berlebihan. Oleh itu hydrometer perlu terkeluar dari permukaan air dari tanda hijau di atas hydrometer tersebut.

Setelah kemasinan ideal diperolehi apa perlu saya buat ?

Setelah air masin disediakan, masukkan beberapa sudu ( bergantung kepada jumlah anak ikan yang hendak diberi makan ) artemia ke dalam air masin tersebut. Kemudian masukkan pam angin ke dalam bekas tersebut dan hidupkan angin atau blower sekuat yang mungkin dan dibiarkan selama 24 jam.

Artemia memerlukan oksigen yang tinggi dan kemasinan yang sesuai iaitu kemasinan seperti air laut untuk menetas.

Selepas 24 jam, artemia akan menetas.

Setelah menetas apa perlu saya buat ?

Selepas artemia menetas, angin perlu dikeluarkan daripada bekas dan tunggu hingga 15 minit atau setengah jam. Telur artemia merupakan jenis telur yang terapung. Apabila oksigen dikeluarkan, artemia akan lemas. Ini kerana artemia adalah sangat sensitif dan memerlukan oksigen. Oleh itu, apabila oksigen dikeluarkan, ia akan lemas dan turun ke dasar. Apabila ini berlaku, kita dapat memisahkan di antara sisa telur artemia dan artemia yang kita kehendaki.

Apabila artemia berada di dasar maka kita telah boleh menyauk atau membawa keluar sisa telur untuk dibuang,dan mengambil artemia di dasar untuk diberi kepada anak rega ikan keli berusia 4 hari.

Setelah oksigen dikeluarkan dari tangki penetasan artemia, sisa telur boleh diangkat dengan segera apabila artemia mula turun ke bawah. Setelah semua sisa dikeluarkan, maka oksigen boleh dimasukkan semula dan artemia akan cergas kembali. Artemia yang terhasil ini disauk dan dilepaskan ke dalam kolam asuhan. Artemia hidup boleh hidup di dalam air tawar untuk tempoh kurang daripada sejam. Oleh itu, ia berguna kerana artemia ini akan berenang dan ikan akan mengejarnya. Anak ikan akan mula mnegenali artemia. Pada keesokan hari artemia mati telah boleh diberikan kepada mereka.

Perlukah saya menetaskan artemia setiap kali saya ingin gunakannya ?

Rega ikan keli perlu dilatih dengan pellet ( pre-starter ) setelah memasuki hari ke-12 dimana 3 hari pertama dibiarkan tanpa diberi sebarang makanan dan 7 hari diberi makan moina atau artemia. Seperti yang dinyatakan, rega ikan keli pada usia 4 hingga 11 hari masih tidak mempunyai sesungut. Oleh itu menereka akan mengejar apa sahaja yang bergerak di hadapan mereka. Pemberian moina dan artemia pada hari keempat adalah penting dimana ia akan kenal atau tahu makanan mereka.

Pada hari kedua setelah anak ikan dilepaskan dalam kolam asuhan atau hari kelima selepas menetas, anda telah boleh memberi dengan moina mati atau artemia yang telah mati. Artemia yang mati boleh dikumpulkan dan disimpan di dalam peti sejuk dalam kuantiti yang banyak dimana ia boleh diberi pada hari kelima dan seterusnya kepada rega ikan kerana pada masa ini mereka telah kenal akan artemia setelah diberi pada hari keempat.

Setelah tin dibuka, bagaimana nak simpan supaya telur selebihnya tidak rosak ?

Telur artemia tidak akan menetas tanpa kehadiran oksigen yang mencukupi dan kehadiran air masin. Selagi ia disimpan di dalam bekas kedap udara, ia tidak akan rosak. Semestinya telur artemia sama seperti telur ikan keli di mana jika kita tetaskan mereka, bukan semua yang akan menetas. Biasanya dari jumlah yang kita ada untuk ditetaskan, hanya 40% sahaja yang akan menetas. Harap maklum.